Oleh: LK | September 2, 2010

CARA SEDERHANA DARI KELUARGA BADEN POWELL

 

Tanggal 22 Februari adalah tanggal penting bagi para pandu di seluruh dunia, termasuk anggota Gerakan Pramuka yang merupakan organisasi nasional gerakan kepanduan Indonesia satu-satunya yang diakui secara resmi oleh World Organization the Scout Movement (WOSM, organisasi gerakan kepanduan sedunia). pada tanggal itu, para pandu memperingati Hari Baden Powell yang diambil dari tanggal kelahiran Bapak Pandu Sedunia itu.

Uniknya, pada hari itu juga memperingati hari lahir istri Lord Baden Powell, yaitu Lady Olave St. Clair Soames Baden powell, yang juga dilahirkan pada 22 Februari, hanya berbeda tahunnya saja. Itulah sebabnya, selain disebut sebagai hari Baden Powell atau Baden powell’s Day dalam bahasa Inggris, para pandu putra biasanya menyebut juga dengan Founder’s Day dan pandu putri menyebut tanggal 22 Februari sebagai Thinking Day.

Apapun namanya, pada 22 ebruari, para pandu di seluruh dunia memperingati kembali gagasan dan karya besar Baden Powell yang memberi alternatif pendidikan bagi anak-anak dan remaja. Bila sebelumnya anak-anak dan remaja hannya mendapat pendidikan di dalam keluarga dan di bila bersekolah di lingkungan sekolahnya, maka melalui gerakan kepanduan, anak-anak dan remaja mendapat kesempatan untuk menikmati pendidikan yang menyenangkan, tidak kaku, dan penuh permainan dilakukan di alam terbuka.

Anak-anak dan remaja memang senang bermain, sekolah mendapat wadah bermain baru yang menarik. Semua bergembira, karena bermain di alam terbuka. Namun bukan sekedar bermain, anak-anak dan remaja itu sekaligus mendapatkan pendidikan yang mungkin tidak diperoleh di lingkungan keluarga dan sekolahnya.

Ambil contoh anak-anak kota. Di lingkungan keluarga mungkin mereka diajar membuat minuman teh dan di sekolah diajarkan manfaat dari tumbuhan teh. Tapi bisa jadi, mereka belum pernah melihat langsung tanaman teh, paling hanya gambar atau fotonya saja. Lewat kegiatan kepanduan atau kepramukaan di Indonesia, mereka bisa berjalan-jalan ke kebun teh, melihat langsung tanaman teh, sambil berkemah menikmati segarnya udara di sekitar perkebunan itu.

Kegiatan Menyenangkan

baden powell, dan istrinya, Olave Soames, memang mengembangkan metode pendidikan lewat kegiatan yang menyenangkan. Anak-anak dan remaja dilatih untuk menjadi manusia yang lebih disiplin dan mandiri serta siap menolong orang yang membutuhkan., tidak melalui ceramah atau pelajaran di dalam kelas. Namun, melalui permainan – permainan yang menarik.

semuanya itu diterapkan pula oleh Baden Powell dan Olave dalam kehidupan keluarga mereka. Baden powell dan Olave mempunyai tiga anak, Peter, Heather dan betty. dalam mendidik anaknya, pasangan suami istri itu selalu menekankan pentingnya disiplin, sikap hormat kepada orang tua, namun bukan melalui tindakan “keras” yang menakutkan anak-anaknya.

Justru anak-anak mereka sangat sayang kepada kedua orang tuanya. Heather dalam bukunya “Baden Bowell A Family Album” bahkan di bagian awal bukunya menyebutkan betapa dia sangat kehilangan ketika ayahnya meninggal dunia. Ia menangis cukup lama, bukan karena Baden Powell adalah ayahnya, tetapi karena sang ayah itu adalah “real friend” atau teman sejatinya yang pertama. “Saya mengenang betapa dia telah memberikan semua waktu dan energinya untuk saya selama kami bersama, semuanya penuh totalitas. Dia juga memberikan kepercayaan penuh kepada saya, pengalaman yang tidak saya  dapatkan dari orang lain.” kata Heather.

Sebenarnya, apa yang dilakukan Baden Powell dan Olave Soames, mungkin biasa saja. Mereka selalu menekankan pentingnya untuk berdoa kepada TUHAN, hidup dengan disiplin, selalu bisa menolong orang lain yang membutuhkan, dan yang tak kalh penting, satu keluarga harus saling manyayangi dan tolong menolong. seluruh anggota keluarga, baik ayah, ibu, maupun anak-anak, harus selalu menempatkan diri berkomunikasi setiap hari dengan sedapat mungkin bertatap muka, dan satu sama lain harus saling mendukung. Bila ada anggota keluarga yang sedih, harus dihibur, harus diingatkan, tetapi tidak harus dengan kata-kata kasar.

Cara sederhana, namun terbukti mampy membuat keluarga Baden Powell tetap mutuh dan menjadi panutan bukan hanya bagi para pandu, tetapi juga masyarakat luas di seluruh dunia.

Sumber: tulisan kak Berth Sinaulan, Majalah Pramuka Edisi XII tahun 2010


Responses

  1. ini memang keren

  2. izin share kak…

  3. Reblogged this on pramuka_id and commented:
    info yang menarik kak


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: