Oleh: LK | Agustus 31, 2010

SETTING AND ACHIEVING GOAL WITH S-M-A-R-T

“Perjalanan ribuan mil selalu diawali dengan satu langkah kecil.” Lao Tzu

Sungguh.

Selain itu, juga diawali dengan mengetahui kemana tujuanmu. Tanpa hal tersebut, kita akan berjalan sesuai keinginamu ke mana saja dan kita tak akan sampai di manapun sepanjang hidupmu karena kita tidak punya tujuan. Dengan memiliki tujuan jelas, bukan hanya kita tahu arah yang benar, tetapi kita akan bisa menentukan rute yang akan kita lalui.

Jika ditentukan dengan baik, tujuan akan menjadi penanda. Tujuan ini akan memberi tahu kita telah sampai di manakah posisi kita. Tujuan juga menjadi kontrol terhadap diri kita agar selalu mengarah ke arah yang tepat dalam menjalani kehidupan.

Tujuan sangat sangat penting adanya, karena juga memberi kita kemampuan melihat jauh ke depan dalam hidup. Ia akan membuat kita meyakini hal terpenting dalam hidup dan membuat kita mengejarnya dengan segala kemampuan dan kekuatan kita. Langkah awal untuk mengejar tujuan kita adalah mengetahui apa tujuan kita

Konsepnya sangat sederhana, sebuah target sasaran tak akan mungkin kita kenai jika tak terlihat dan tak kita ketahui apa itu. Bila sudah mengetahui dan memahami pentingnya menentukan tujuan, mari kita lihat lebih dalam lagi. Menentukan tujuan bukanlah hal yang mudah, penentuan tujuan haruslah melalui beberapa tahp dan cara.

Mengutip kata-kata Timothy Krupa, “Success is not doing certain things, it is doing things a certain way.” (Sukses itu bukannya melakukan berbagai hal, tetapi melakukan sesuatu dengan berbagai cara)

Setelah mempunyai tujuan, tidak sekonyong-konyong membuat kita mudah mencapainya. Bahkan belum tentu membuat kita tergugah untuk mengejar dan berusaha mewujudkannya. Tetapi, setidaknya tujuan yang kita miliki itu menjadi jaminan kesusesan kita.

Ada beberapa aspek penting dalam menentukan sebuah tujuan atau cita-cita. Aspek yang paling penting dan harus ada adalah S.M.A.R.T.

S – Specific

M – Measurable

A – Act As If

R – Realistic

T – Timely

Specific
“When you get specific, things happen.” Art Sobczak

Kelelahan dan kebosanan tak akan kita alami dimanapun jika  kita mengetahui dengan pasti ke arah mana yang kita tuju. Aspek paling penting dalam menentukan dan berusaha mewujudkan tujuan adalah tentukan dengan spesifik. Mudahnya, semakin spesifik tujuan kita, maka semakin jelas arah tujuan kita.

Saat tujuanny jelas dan bisa digambarkan dengan pasti, akan membuat kita lebih fokus dalam melakukan upaya mencapai tujuan dengan lebih efektif dan efisien. Seiring berjalannya waktu, kepastian ini akan segera terwujud ditunjukkan dengan hasil yang kita capai.

Sebagai contoh; tujuan seperti “Saya ingin mendapatkan uang,” akan diterjemahkan “saya ingin mendapatkan uang dari bekerja sebagai dokter spesialis”. Maka siapapun akan mudah mengatakan kalau saya harus kuliah di jurusan kedoteran umum, lalu mengambil spesialisasi.

Measurable
You cannot manage what you cannot measure.” Anonymous

Ketika sesuatu terukur, akan mudah mengaturnya. Dengan mengetahui apa saja yang harus dipenuhi/ dicapai, kita bisa melangkah dengan pasti dan sistematik. Dengan mengetahui secara spesifik apa tujuan kita, kita secara otomatis tahu sampai di manakah kita dan masih seberapa jauh kita terhadap tujuan

Melanjutkan contoh kita di atas, tujuan yang terukur misalnya, “Saya harus mendapatkan uang/ penghasilan 50 juta perbulan.” Dengan tujuan semacam itu, kia bisa mengukur tercapai atau belumkah tujuan kita.

Act As If

Ada yang mengatakan bahwa kunci kesuksesan bisa disingkat dalam 9 A, A yang pertama adalah action, kedua action, ketiga action, keempat action, kelima action, action, action, action dan action.

Katakanlah kita memiliki tujuan sebagai dokter spesialis, sudah pas kah dengan jalan yang kita tempuh saat ini? Karena tidak mungkin kita ingin menjadi dokter sementara kita terpaksa kuliah bukan di jurusan kedokteran umum.

Yang lebih penting lagi, pikirkan jika seandainya tujuan kita telah tercapai. Masih berkaitan dengan contoh tujuan “menjadi dokter spesialis dengan penghasilan 50 juta perbulan.” Mungkinkah seorang dokter spesialis meraih penghasilan sebesar itu? Bagaimana cara mengelola keuangan sebesar itu?

Dengan pertanyaan- pertanyaan yang senada dengan yang di atas, kita akan mampu melihatbenar atau salahkanh tujuan kita.

Realistic

Tujuan kita harus cukup realistis untuk membuat kita yakin bisa mencapainya. Tentu kita akan lebih bersemangat mencapai tujuan  jika kita memandang tujuan kita cukup realistis dan bisa diwujudkan. Realistis bukan berarti mudah dicapai, malahan tujuan yang realistis akan membawa kita ke realita dan mengeluarkan kita dari “zona kenyamanan”.

Maksudnya, bukannya kita tidak boleh mempunyai tujuan yang tinggi sehingga seperti tidak mungkin untuk mencapainya. Dengan mempunyai tujuan yang terlalu rebdah, juga tidak baik. Jika kita selalu melakukan sesuatu yang sama, kita hanya kan mencapai sesuatu yang selama ini sudah tercapai. Kita akan berkembang jika kita melakukan sesuatu yang sebelumnya kita anggap sulit.

Misalnya kamu memiliki tujuan mengurangi berat badan 15 kg dalam seminggu, maka kita harus kita akan menyerah setelah seminggu tak mampu mencapainya. Sebaiknya waktinya kita perlebar menjadi 3 bulan untuk mencapai tujuan yang sama. Atau tujuan kita adalah berpenghasilan 1 milyar sebagai dokter spesialis. Kita harus melihat kembali mungkinkah penghasilan sebesar itu bisa tercapai? Kalau seperti ini, mungkin besarnya target penghasilan yang harus di kurangi. Pertimbangkan mungkinkah tujuan yang kita miliki bisa tercapai atau tidak?

Jika jawabannya YA, kita bisa melangkah ke tahap final dari penentuan tujuan.

Timely

Teramat sangat penting memberikan elemen waktu dalam tujuan kita. Tanpa elemen waktu, tidak mungkin kita bisa memiliki tujuan yang benar-benar spesifik.

Manusia adalah makhluk yang memiliki kebiasaan. Selalu, biasanya kita akan melakukan sesuatu yang biasanya kita lakukan. Dengan memberikan batas waktu, kita akan tahu kapan saatnya melakukan sesuatu dengan lebih keras dan kapan juga saatnya untuk “cooling down”. Terkadang kita perlu mengurangi standard tujuan kita ketika batas waktunya terlewati dan tujuan kita belum tercapai. Itulah kenapa tujuan yang tinggi namun tetap realistis diperlukan

Kembali ke contoh sebelumnya, “Saya akan menjadi dokter spesialis dengan penghasilan 50 juta perbulan ketika berusia 28 tahun.”

Maka kita akan bisa menentukan kapan saya harus lulus kuliah kedokteran umum, langsung mengambil spesialisasi atau kerja sebagai dokterumum dahulu. Kita mampu membiayai sendiri atau harus mencari beasiswa. Apa yang harus dilakukan setelah lulus kuliah spesialis.

Final Thoughts

Kesimpulannya, menentukan tujuan bukanlah hal yang sederhana. Kita harus mengambil langkah yang sistematis untuk menentukan dan mencapai tujuan hidup kita.

Setelah kita mencapai tujuan yang kecil, akan lebih mudah bagi kita mengejar tujuan yang lebih besar. Juga penting untuk selalu mengingat tujuan kita, bila perlu buat tulisan di suatu tempat yang kita bisa melihatnya mau tak mau 3 kali dalam sehari.

Pernahkah kamu membaca buku “The Seven Habits of Highly Effective People”? Ada quote menarik yang saya rasa pantas untuk menjadi penutup. Agak sulit bagi saya menterjemahkan dalam bahasa Indonesia yang sepadan, jadi saya biarkan sepeti yang tertulis di buku itu:

“Sow a thought, reap an action; sow an action, reap a habit; show a habit, reap a character; sow a character, reap a destiny.”

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: