Oleh: LK | Agustus 31, 2010

A-C-T-O-R FOR LEADER

Kriteria untuk seorang pemimpin adalah ACTOR. Ini adala kombinasi dari:
A untuk adaptable
C untuk cinsiderate
T untuk trustworthy
Ountuk optimistic
R untuk resourcefull

Adaptable (Mudah Menyesuaikan Diri)

Adaptable: Seorang pemimpin haru bisa menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungannya. Ada kata-kata menarik dari Charles Darwin tentang hal ini, “It’s not the strongest of the species, nor the most intelligent, that survive; it’s the one most responsive to change.” (Bukanlah sepsies terkuat, bukan juga yang terpandai, yang akan bertahan hidup; tetapi spesies yang paling mampu menanggapi perubahan.)

Salah satu tugas pemimpin adalah membuat perubahan, dan bahkan, menjadi catalyst (pemercepat). Hal terakhir yang diinginkan seorang pemimpin adalah menjadi penjaga “tradisi” yang hanya akan menghalangi proses perubahan.

Mengembangkan kualitas kepemimpinan agar memiliki kemampuan menyesuaikan diri (adaptasi) akan sangat membantu sebuah organisasi mengerti kebutuhannya dalam menghadapi perubahan sebelu terlambat. Mampu menyesuaikan diri dengan perubahan adalah inti sebuah organisasi yang besar di masa depan.

Considerate (Berbudi Baik)

Considerate: Pemimpin yang baik harus memperhatikan sikap budinya. Akhlak dan perbuatan pemimpin adalah hal yang paling terlihat untuk dinilai. Pemimpin yang baik juga tidak akan memanfaatkan posisi kepemimpinannya untuk kepentingan pribadi. Karena pada prinsipnya apapun yang baik untuk semua anggota organisasi, maka baik juga untuk si pemimpin.

Pemimpin juga harus mampu melihat prestasi yang dihasilkan oleh orang-orang yang dipimpinnya. Mereka harus mampu mengenalinya, bila perlu memberi pengargaan secara khusus dan dilakukan secara berkala. Sangat penting sekali mengetahui dengan tepat siapa sebenarnya orang yang lebih pantas menerima penghargaan. Karena sangat mungkin sekali anggota dari organisasi yang kita pimpin yang suka menunjukan seolah-olah dirinya berjasa atas banyak hal sedangkan orang yang sebenarnya bekerja malah kurang menonjol.

Trustworthy (Dapat Dipercaya)

Trustworthy: Anggota organisasi harunya bisa menjawab 3 pertanyaan sederhana tentang pemimpin dan organisasinya berikut ini. Semua berawal dari pandangan terhadap orang yang memimpinnya secara langsung. Lalu beranjak pada pimpinan tertinggi dan organisasi yang diikutinya.

1. Dapatkah aku percaya pada pemimpinku?

2. Apakah pemimpinku peduli terhadap aku?

3. Apakah pemimpinku orang yang execellent (tepat dan mampu)?

Pondasi kepercayaan ini sangat penting keberadaannya. Kepercayaan penuh dari semua anggota akan berpengaruh langsung terhadap loyalitas dan optimalnya kinerja seluruh organisasi. Pada organisasi yang pemimpinnya kuran dipercaya, pasti akan terjadi banyak penyelewengan, banyak anggota yang tidak menjalankan tugasnya serta lesu dalam bekerja. Apalagi organisasinya berupa organisasi sosial yang anggotanya bekerja bukan karena kontrak atau upah.

Optimistic (Bersikap Optimis)

Optimistic: Pemimpin harus memiliki pandangan positif terhadap masa depan. Ia harus punya visi dan misi yang jelas dan baik sehingga orang yang dipimpinnya akan mau mengikuti visi itu. Pemimpin yang baik harus mampu melihat perkiraan akibat dari langkah yang diambilnya. Ia juga harus memberi contoh dengan bersikap (attitude) yang positif. Ingat! Attitude adalah komponen yang penting bagi seorang pemimpin.

Jika seseorang bertanya “Apa kabarmu hari ini?” Jawabanmu harusnya senada dengan “Luar biasa” atau “tak pernah lebih baik dari hari ini”. Sikap positif seorang pemimpin akan mempengaruhi perasaan angggotanya saat beraktifitas. Ini bukan hal sepele, karena pemimpin memiliki tanggung jawab untuk memainkan perannya. Ia tak boleh mengeluarkan emosinya tanpa memperhitungkan efeknya terhadap sikap orang yang dipimpinnya.

Pemimpin harus selalu “on stage” setiap hari. Ia harus memperlihatkan tindakan nyata bahwa ia sendiri meyakini kepemimpinannya. Sedikit sikap yang salah akan dengan cepat ditanggapi negatif oleh anggotanya. Pemimpin yang baik harus mampu “Ing Ngarso Sung Tuladha”, menjadi contoh yang baik di depan semuanya. Maka, kembali ke “attitude”. Seperti menghargai waktu, tidak meremehkan orang lain, bertanggungjawab terhadap tugas yang diamanahkan padanya.

Resourceful

Resourceful: Pemimpin harus memiliki kemampuan yang lebih daripada orang yang dipimpinnya. Ia juga harus bisa membaca kapasitas atau kemampuan anggotanya. Jika dirasa masih kurang, perlu diadakan pelatihan atau up grading. Dengan catatan ia sendiri juga harus memiliki kemampuan lebih dahulu. Memang tanggungjawab dan beban sebagai seorang pemimpin lebih besar daripada menjadi anggota biasa.

Resourceful juga berarti pemimpin harus mampu menyerap semua informasi. Bukan Cuma keadaan dan kemampuan anggotanya. Yang lebih penting lagi adalah mampu belajar dari kesalahan (Tidak ada yang namanya kesalahan – anggaplah sebagai pembelajaran). Saat seorang pemimpin mampu mengkombinasikan sikap penuh informasi dengan kualitas dirinya, ia akn memperoleh cukup modal atau bahan bakar untuk mewujudkan tujuan yang ada dalam pikirannya.

Kelima prinsip dalam ACTOR di atas memang bukan hal yang mudah untuk dipenuhi. Karena memang menjadi seorang pemimpin bukan hal yang mudah dan tidak semua orang mampu mendudukinya. Harus ada usaha keras dan tanggungjawab.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: