Oleh: LK | Agustus 16, 2010

IMMORTALITY IS A BAD IDEA

Apresiasi film berarti bukan sekedar nonton film dan ikut deg-degan atau ketawa atau sampai nangis. Tapi sebagai penonton yang baik kita harus bisa menangkap pesan dari film itu. Lebih lagi, menganalisisnya lalu mengambil kesimpulan.

Beberapa film yang saya tonton akhir-akhir ini punya kesamaan tema, “immortality”. Atau setidaknya, usaha manusia menghindari kematian karena usia atau penyakit. Sebut saja, Daybreakers, Surrogates, Universal Soldier, dsb.

Ide demi ide bermunculan,

NAGA YANG MENGABULKAN 3 PERMOHONAN

Ide cara hidup abadi yang paling awal saya tangkap dari sebuah film, Dragon Ball. Tokoh jahat selalu berusaha mencari naga atau semacam jin yang bisa mengabulkan 3 permintaan. Permintaan favorit selain “menguasai dunia”, pastinya “immortality”. Ide buruknya, hal ini sama sekali tidak ilmiah dan terlalu berbau mistis. Apalagi kalau melihat pengalaman, belum pernah ada yang berhasil dalam film manapun apalagi di dunia nyata.

VAMPIRE VS. DRACULA

Ide yang cukup terkenal, dan…. sepertinya ada beberapa yang sukses hidup sampai ribuan tahun. Akan tetapi, ide ini banyak kerugiannya. Bayangkan, jika anda menjadi vampire atau dracula minimal harus menghindari makan bawang dan beras ketan, jangan dekat-dekat dengan orang yang membawa salib atau al-kitab, hindari juga barang-barang dari perak. Lebih parah, anda tak pernah bisa tidur dengan tenang karena makin banyak pemburu vampire dan dracula. Belum lagi kalau anda jatuh cinta pada manusia biasa, anda harus menghadapi tentangan dari keluarga.

Kalau bicara lebih ilmiah, dalam film Daybreaker atau serial “True blood” vampire dan dracula lama kelamaan memiliki masalah dengan stock darah segar. Karena bila anda tak menghisap darah manusia hingga benar-benar kering (lihat “Blade”) dia kan jadi vampire juga. Sesuai aturan rantai makanan itu akan menyebabkan populasi vampire meningkat sedangkan manusia jauh berkurang.

ROBOT (BIONIC)

Ide yang cukup Hi-Tech, membuat bagian -bagian tubuh manusia yang rentan dengan mesin. Dari Robo Cop yang tinggal tersisa otak, mulut dan organ dalamnya hingga Universal Soldier yang membuat manusia tahan peluru. Masalahnya, dengan cara ini apakah benar-benar immortal? Besar kemungkinan itu bukan diri kita lagi. Hanya sebuah bentuk tubuh yang memory nya berasal dari otak kita sehinga mirip dengan diri kita dalam banyak hal. Jiwa kita yang asli tidak benar-benar di dalamnya.
Minimal anda akan mengalami depresi atau kebingungan saat menyadari anda bukan manusia lagi. Contohnya pada film Terminator Salvation atau animasi Astro Boy. Ide yang Hi-Tech tapi jelas buruk. Definisi manusia lama-kelamaan hilang digantikan robot.

IDE HI-TECH LAINNYA

Dalam Surrogates misalnya, manusia tak perlu mengambil resiko dengan memakai robot pengganti dalam aktifitas sehari-harinya. Cara ini banyak sekali berpotensi buruk di masa depan. Bagaimana jika ada yang meng-hack jaringan komputer pengendali kita? Atau ada yang menemukan alat yang bisa membunuh kita melalui robot pengganti ini. Bagaimana juga katifitas biologis “reproduksi” berjalan jika semua yang di lingkungan sekedar robot pengganti? Koruptor dan teroris makin mudah bergerak karena makin mudah mengganti wajah dan tubuh kita sehingga tak sesuai dengan foto DPO yang disebar. Lagipula ini bukan immortality yang sebenarnya, tubuh asli akan selalu menua dan akhirnya mati lebih cepat karena kurang olahraga.


Jauh lebih Hi-Tech, Avatar. Konsepnya, memindahkan jiwa ke dalam bentuk tubuh makhluk Planet Pandora. Cukup efektif tetapi tidak bisa dilakukan besar-besaran. Perlu mencocokkan DNA dan dana yang besar. Belum lagi melihat bentuk tubuh baru anda, tidak begitu cantik dan indah dibandingkan bentuk manusia. Soal hati, anda juga dipaksa harus jatuh hati pada makhluk Pandora….

Ada lagi ide Hi-Tech, dalam film The Island. Anda yang kaya, bisa menginvestasikan sejumlah uang untuk membuat dan memelihara cloning diri anda. Suatu saat anda sekarat, tinggal dicangkok dari organ clonning anda. Sialnya, jumlah clone yang banyak lama-kelamaan akan menyadari yang tidak beres dan memberontak. Bisa-bisa malah mendatangi anda yang asli, membunuh anda dan akhirnya menggantikan posisi anda di dunia.

HIBERNASI juga termasuk ide yang Hi-Tech. Namun, apa enaknya hidup ratusan tahu hanya dihabiskan untuk tidur. Belum lagi saat terbangun, anda menjadi orang yang ketinggalan jaman. Teman-teman di facebook dan tweeter sudah beralih ke layanan lain, teknologi 3G ditinggalkan…. pokoknya ide yang buruk.

PERSONAL IMMORTALITY dan SOCIAL IMMORTALITY

Pelajaran yang dipetik adalah, ilmu kedokteran dan teknologi memang diperlukan inovasi untuk membuat manusia hidup lebih nyaman, sehat dan lama. Bukan berarti harus mengejar immortality. Lihatlah bagaimana tokoh antagonis dalam Daybreakers membuat peternakan manusia untuk diambil darahnya, atau dalam Dollhouse yang mengakali otak manusia untuk disewakan tubuhnya dengan hitungan perjam.

Saya tidak mengatakan “immortality is immposible”, dengan cara pandang berbeda ada usaha meraih immortality yang kita lakukan. “Social Immortality”, usaha manusia bukan untuk mempertahankan keabadian dirinya tetapi “kelestarian spesies”-nya.

Seperti dalam War of The World manusia menghadapi ancaman kepunahan dari serangan Alien atau 2012 menghadapi ancaman alam.Jadi…

Personal Immortality is a bad idea, but Social Immortality is the good one.

Dan jangan lupa selalu ada batasan, Doomsday atau end of the world atau kiamat.

Note: Saya bukan movie maniac yang memandang segalanya dari film, tapi saya cukup bijak menonton film dan mengapresiasikannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: