Oleh: LK | Agustus 9, 2010

TATA KEHIDUPAN

LK – search_lanang@yahoo.com

 

Dalam kegiatan kepramukaan ditingkat penegak/ pandega perlu diberlakukan tata tertib yang dikenal dengan “Tata Kehidupan Peserta”. Tata kehidupan berisi aturan-aturan yang harus ditaati demi optimalnya dan tercapainya tujuan kegiatan. Tata kehidupan ini merupakan konsensus (kesepakatan) tertulis yang disepakati oleh semua pihak, peserta dan panitia.

Misalnya dalam sebuah kegiatan yang berbentuk pelatihan. Selain peserta dan panitia, dalam kegiatan Pramuka Penegak/ Pandega perlu dibentuk Dewan Adat yang diketuai oleh Pemangku Adat. Perlu juga dibentuk Dewan Instruktur yang mengisi pelatihan, Dewan Peserta yang menjadi fasilitator bagi peserta dan Dewan Kehormatan yang mengambil keputusan terhadap pelanggaran yang dilakukan baik oleh peserta maupun panitia. Berikut ini salah satu contoh bentuk Tata Kehidupan Peserta dalam kegiatan pelatihan:

UMUM

  1. Tri Satya merupakan dasar kehidupan peserta pelatihan.
  2. Dasa Dharma merupakan undang-undang dan semangat hidup pesrta pelatihan.
  3. Peserta wajib mengikuti kegiatan sesuai jadwal yang telah disusul dan mengisi daftar presensi kecuali bagi mereka yang mendapat rekomendasi untuk istirahat dari seksi kesehatan.
  4. Untuk ketertiban kegiatan, peserta wajib hadir 5 menit sebelum acara/ sesion dimulai.
  5. Waktu istirahat harap digunakan dengan sebaik-baiknya, kecuali bagi peserta yang bertugas.
  6. Peserta yang meninggalkan tempat pelatihan harus dengan seijin ketua panitia atau instruktur pendamping.
  7. Selama kegiatan berlangsung peserta wajib mengenakan tanda peserta sesuai aturan.
  8. Peserta yang melakukan pelanggaran dalam setiap kegiatan akan ditindak oleh Dewan Adat dan bila perlu dihadirkan dalam sidang Dewan Kehormatan untuk diberi sanksi yang bersifat mendidik.

KHUSUS

  1. Selama kegiatan berlangsung, peserta diwajibkan mengenakan seragam Pramuka.
  2. Acara-acara tertentu yang menggunakan selain pakaian Pramuka menunggu pengumuman dari Dewan Instruktur melalui Dewan Peserta.
  3. Keluhan, usulan dan saran harap disampaikan melalui Dewan Peserta.
  4. Untuk setiap materi ruangan, peserta dikelompokkan dalam kelompok campuran.
  5. Untuk setiap kegiatan lapangan, peserta dikelompokkan sesuai dengan sangga masing-masing.

KETENTUAN LAIN

  1. Tata kehidupan ini mulai berlaku sejak ditetapkannya bersama dengan peserta dan akan ditinjau kembali apabila ada pertimbangan, saran atau usul dari Dewan Peserta, Dewan Instruktur atau Dewan Adat.
  2. Hormati hak dan kewajiban setiap individu dalam pelatihan ini.
  3. segala sesuatu yang belum diatur, akan diatur kemudian.

Poin-poin tata kehidupan di atas adalah contoh dalam suatu pelatihan yang diikuti oleh Pramuka Penegak/ Pandega. Untuk bentuk acara lain bisa dibuat dengan poin-poin lainnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: