Oleh: LK | Agustus 9, 2010

PROBLEM SOLVING AND DECISION MAKING

LK – search_lanang@yahoo.com

Pekerjaan yang harus dilakukan seorang pemimpin pada dasarnya adalah memecahkan masalah (problem solving) dan membuat keputusan (decision making). Namun, justru dua hal tersebut yang sering dikeluhkan sebagai tugas yang berat. Mereka terlalu takut untuk salah dan menunda-nunda mengambil keputusan dengan berbagai alasan. Pemimpin yang belum siap sering kali melakukan salah satu dari dua tindakan salah ini. Pertama, membuat keputusan dengan jaminan orang lain yang akan menanggung jika keputusan itu berakibat negatif. Kedua, yang lebih buruk membuat keputusan dengan reaksi yang “konyol”.

Membuat keputusan terhadap suatu masalah bisa dianalogikan seperti menghubungkan dua titik. Jika seorang pemimpin mampu menghubungkan dua titik dengan satu garis lurus, itulah yang disebut keputusan yang tepat. Seorang pemimpin harus mampu melihat dan memahapi masalah yang dihadapi dengan pemahaman yang tepat. Sehingga keputusan yang diambil efektif mengatasi masalah tersebut, tidak bertele-tele.

Seorang pemimpin yang belum berpengalaman juga sering mengatasi masalah dengan mengambil keputusan sebelum memahami permasalahan yang dihadapi. Mereka merasa keputusan yang cepat lebih penting daripada efek jangka panjangnya. Memang terkadang keputusan perlu diambil dengan cepat pada masalah tertentu, namun keputusan itu hanyalah solusi sementara. Sementara pada sebagian besar permasalahan sebenarnya selalu ada waktu untuk berpikir sebelum mengambil keputusan. Itulah kunci mengambil keputusan yang tepat, memanfaatkan waktu yang ada untuk memahami masalah dan mengambil keputusan. Semakin kompleks masalahnya, membutuhkan waktu yang lebih lama.

Berikut ini 12 langkah yang perlu dilakukan jika harus mengambil keputusan yang besar:

1. Siapa yang harus memutuskan?

Dalam sebuah organisasi ada struktur dengan pembagian tugas masing-masing. Pastikan tanggung jawab siapa untuk mengambil keputusan terhadap suatu masalah. Jangan sampai kemu melangkahi bagian orang lain.

2. Kenapa kamu berpikir kalau ada masalah?

Yang sering terjadi dalam organisasi, selain tindakan yang meremehkan terkadang ada yang membesar-besarkan. Hanya satu orang yang merasa tidak nyaman, terkadang digeneralisasi seolah-olah banyak orang yang bermasalah. Jangan sampai kita dipusingkan hanya karena salah paham yang sebenarnya cukup diselesaikan dengan penjelasan kecil.

3. Dimana masalahnya?

Masalah itu apakah melibatkan hanya intern organisasi atau dengan pihak luar. Apakah masalah itu terjadi pada sebagian orang atau semua orang dalam organisasi. Mengetahui hal tersebut menjadi point penting sebelum kita beranjak  ke langkah selanjutnya.

4. Kapan?

Penting juga untuk melihat kapan masalah itu terjadi? Sering atau tidak?

5. Apa penyebabnya?

Mengetahui penyebab masalah yang sebenarnya adalah 50% dari solusi. Dua orang anak yang berebut minuman kemasan belum tentu solusinya dengan membagi dua. Siapa tahu anak pertama menginginkan isinya sedangkan anak yang satunya menginginkan botolnya untuk mainan.

6. Seberapa kompleks masalahnya?

Masalah yang lebih kompleks, memerlukan waktu dan energi lebih untuk memecahkannya. Jangan ragu untuk mereview/ melihat ulang langkah-langkah sebelumnya. Karena itu sangat penting buat keputusan yang akan kita ambil.

7. Seberapa urgen masalahnya?

Setiap masalah memiliki prioritas tersendiri untuk didahulukan. Jangan sampai hal-hal kecil membuat masalah yang lebih besar malah tertunda.

8. Pikirkan efeknya!

Pertimbangkan untung dan ruginya, manfaat dan mudharatnya. Dahulu khalifah Umar bin Khattab pernah menemui sekumpulan orang yang mabuk-mabukan tetapi membiarkannya. Karena waktu itu beliau berpikir kalau diperingatkan, orang-orang tersebut malah semakin membuat keributan. Terkadang suatu masalah memang tidak perlu diselesaikan atau diselesaikan menunggu waktu yang tepat.

9. Apa saja kemungkinan solusinya?

Jika sudah mengetahui permasalahan dengan tepat, lakukanlah brainstorming untuk mengumpulkan semua solusi yang mungkin. Kumpulkan semua solusi yang mungkin bisa dilakukan untuk mengatasi masalah.

10. Ambil keputusan final!

Jangan takut jikalau atau anda saja keputusan yang diambil ternyata kurang tepat. Tidak ada keputusan yang bisa 100% menyelesaikan masalah. Percaya dirilah saat mengambil keputusan, jangan terlalu takut dengan bayangan “bagaimana nanti kalau …”. Tetapi kamu harus siap dengan apapun konsekuensi dari keputusan yang kamu ambil.

11. Planning dan implementasi.

Jika sudah diputuskan, segera pikirkan bagaimana keputusan itu akan dijalankan. Setelah itu segera implementasikan dalam tindakan nyata. Jika perlu buatlah schedule atau catatan langkah-langkah yang akan diambil untuk memecahkan masalah. Pastikan semua orang yang berkepentingan mengetahui dan memahami rencana itu.

12. Monitoring

Lakukan monitoring terhadap langkah penyelesaian masalah. Apakah berjalan atau tidak? Efektif bisa menyelesaikan masalah atau tidak? Jika diperlukan perubahan rencana, lakukan saja. Lakuan lagi langkah-langkah diatas hingga ketemu solusi yang tepat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: