Oleh: LK | Agustus 9, 2010

KIASAN DASAR

LK – search_lanang@yahoo.com

 

Kiasan dasar adalah pikiran yang mengandung kiasan (gambaran) sesuatu yang didambakan. Yang menjadi kiasan dasar dalam Gerakan Pramuka adalah romantika perjuangan bangsa Indonesia. Kamu pasti sering mendengar sebutan yang beraneka ragam untuk anggota Pramuka dengan umur yang berbeda. Seperti siaga, penggalang, penegak dan pandega.

Romantika Perjuangan Bangsa

Kebesaran bangsa Indonesia dimulai sejak kedaulatan Syailendra, Sriwijaya, dan masa-masa Majapahit. Indonesia berulang kali dijajah oleh bangsa asing. Sebagai reaksi akibat dari penderitaan penjajahan, lahirlah pergolakan-pergolakan untuk merebut kembali kemerdekaan. Perjuangan itu dipimpin oleh Pattimura, Pangeran Antasari, Hassanudin, Diponegoro, dan para pahlawan lainnya.

Karena pergerakan itu masih bersifat lokal/ kedaerahan, maka belum berhasil mencapai yang diinginkan. Pada tanggal 20 Mei 1908 dimulailah metode perjuangan yang baru, diawali dengan mensiagakan rakyat. Pada tanggal 28 Oktober 1928 lahirlah sumpah pemuda yang menjadi dasar penggalangan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Hingga berlanjut pada tanggal 17 Agustus 1945 ditegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia ditandai dengan proklamasi kemerdekaan yang diwakili oleh Ir. Soekarno. Perjuangan membangun bangsa tidak berhenti sampai di situ. Bangsa ini memerlukan sosok pemimpin-pemimpin yang jujur dan amanah penuh tanggung jawab (pandega-pandega). Pemimpin yang bisa diandalkan.

Kemudian segeralah dimulai dengan pembangunan-pembangunan yang membutuhkan bantuan kesadaran yang tinggi dan penataan yang baik. Perlu dipersuapkan ramuan bahan dan dirakit (disusun) untuk diterapkan dalam usaha mewujudkan bangsa yang besar. Maka, bangsa ini membutuhkan bantara-bantara (kader) pembangunan yang kuat, yang mampu melaksanakan tugas serta menjadi pandega yang dicontoh generasi berikutnya.

Bentuk Kiasan Dasar


Kata-kata kunci dalam paragraf di atas lah yang menjadi inspirasi pengelompokan golongan umur dalam Gerakan Pramuka. Dimulai dari yang berusia 7 – 10 tahun sebagai siaga, 11 – 15 tahun sebagai penggalang, 16 – 20 tahun sebagai penegak, 21 – 25 tahun sebagai pandega. Serta bagi anggota dewasa yang menjadi pengurus dalam kwartir disebut andalan.

Sesuai dengan tingkat kecakapan yang dicapai oleh seorang Pramuka maka istilah-istilah tersebut ditambahi istilah dibelakangnya. Seperti siaga mula, siaga bantu, siaga tata, penggalang ramu, penggalang rakit, penggalang terap, penegak bantara, dan penegak laksana.

Satuan yang terdiri dari beberapa barung disebut perindukan (tempat anak cucu berkumpul). Satuan kecil untuk penggalang disebut regu (gardu untuk pangkalan meronda). Satuan yang terdiri dari beberapa regu disebut pasukan (tempat suku berkumpul). Satuan kecil bagi penegak adalah sangga (rumah kecil untuk orang yang diberi tanggung jawab menggarap lahan) dan sangga-sangga berkumpul menjadi satu ambalan (staff cologne). Satuan untuk pandega disebut racana (pondasi tiang, umpak atau atap).

Berkumpulnya satu perindukan siaga, satu pasukan penggalang, satu ambalan penegak dan satu racana pandega, membentuk satu gugus depan (kombinasi satuan-satuan yang menjadi ujung tombak, langsung menghadapi tantangan).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: